Padang Panjang, ppdi.co.id || Dalam upaya meningkatkan kreativitas dan keterampilan wirausaha bagi kaum disabilitas, Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (DPC PPDI) Kota Padang Panjang menjalin kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Kriya Seni dan Desain Produk Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pelatihan Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu Guna Meningkatkan Kreativitas Kaum Disabilitas.”
Kegiatan pelatihan ini resmi dimulai pada Sabtu, 12 Juli 2025, dan akan berlangsung secara berkala dengan model pendampingan berkelanjutan. Program ini melibatkan langsung para penyandang disabilitas sebagai peserta aktif, dengan harapan dapat menggali potensi mereka dalam bidang kriya seni dan kewirausahaan berbasis limbah ramah lingkungan.

Ketua DPC PPDI Padang Panjang, Muhamad Ilham, S.Ds., M.Sn., menyampaikan apresiasinya atas dukungan akademisi terhadap penguatan kapasitas kelompok disabilitas. “Kami sangat menyambut baik sinergi ini. Kegiatan ini bukan hanya pelatihan teknis, tetapi juga bentuk nyata pengakuan terhadap potensi teman-teman disabilitas dalam berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya saat pembukaan kegiatan.
Sementara itu, Pelaksana Pengabdian Masyarakat dari ISI Padangpanjang, Bapak Chairul Haq, S.Sn., M.Sn bersama Rahmad Washinton, S.Sn.,M.Sn serta rekan-rekan dosen lainnya dan mahasiswa ikut terlibat membantu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial institusi pendidikan seni untuk mendampingi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti penyandang disabilitas. Melalui pelatihan ini, kami ingin mengenalkan bahwa limbah seperti serbuk kayu memiliki potensi tinggi untuk diolah menjadi karya seni bernilai jual, seperti hiasan dinding, miniatur, dan aksesori, jelasnya.
Pelatihan ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa dari Prodi Pendidikan Kriya Seni, dan Desain Produk serta diselenggarakan secara inklusif dan partisipatif. Para peserta tidak hanya diajarkan teknik dasar olahan serbuk kayu, tetapi juga diajak untuk mengembangkan ide-ide kreatif yang sesuai dengan potensi lokal dan minat mereka.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang disabilitas, seperti tunadaksa, disabilitas intelektual ringan dan keluarga disabilitas. Dengan metode praktik langsung dan pendekatan empatik, kegiatan ini diharapkan mampu membuka jalan baru bagi kemandirian ekonomi dan kepercayaan diri mereka.

Ke depan, hasil dari pelatihan ini direncanakan akan dipamerkan dalam event kerajinan lokal dan platform digital, serta dikembangkan menjadi produk UMKM berbasis seni ramah lingkungan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara akademisi dan organisasi penyandang disabilitas dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif, kreatif, dan berdaya. (Humas PPDI Padang Panjang)






















