Accessibility Tools

PPDI

DPD PPDI DIY Gelar Lokakarya Media Digital Aksesibel dan Branding Inklusif

Lowongan Kerja

Yogyakarta, ppdi.co.id – DPD PPDI DIY bekerja sama dengan Program Inovasi Nusantara (PISN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, LPPM ISI Yogyakarta mengadakan kegiatan “Nusantara Inklusif: Edukasi Budaya lewat Media Rekam dan Desain Grafis Digital” pada tanggal 8-9 November 2025 di Gedung BBPPKS Kementrian Sosial RI, Yogyakarta.

keterangan foto: suasana acara Nusantara Inklusif: Edukasi Budaya lewat Media Rekam dan Desain Grafis Digital

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas dalam menggunakan teknologi digital untuk membuat karya seni yang bermakna. Dua lokakarya yang diadakan adalah:

Lokakarya Produksi Media Digital Aksesibel: Peserta dilatih menggunakan kamera, ponsel pintar, dan perangkat lunak desain dan video editing untuk membuat karya visual dan audio yang ramah akses. Narasumber Rony Ramadhan ,M.Sn. membimbing peserta dalam praktik langsung dan bimbingan teknis intensif.

Lokakarya Branding dan Manajemen Media Sosial Inklusif: Peserta didampingi untuk menciptakan identitas visual yang mencerminkan nilai inklusivitas dan keberagaman budaya Nusantara. Muhamad Ilham, S.Ds.,.M.Sn membimbing peserta dalam strategi komunikasi visual, pengelolaan desain poster dan pemanfaatan media sosial sebagai ruang ekspresi sekaligus promosi karya seni.

Ketua pelaksana program, Andri Nur Patrio, M.Sn bersama tim program Tanto Harthoko, M.Sn dan Ghalif Putra Sadewa, M.Sn, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya pemberdayaan kreatif bagi komunitas disabilitas. Kami ingin menghadirkan ruang yang setara bagi semua insan kreatif, di mana penyandang disabilitas tidak hanya menjadi objek pelatihan, tetapi juga pelaku utama dalam produksi karya seni yang bermakna dan berkelanjutan, ujarnya.

Ketua mitra, Dr. Akhmad Soleh,S.Ag.,M.Si, menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara akademisi dan komunitas disabilitas untuk mewujudkan inklusi dalam praktik seni dan budaya. Kami sangat antusias melihat semangat para peserta yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital untuk mengekspresikan identitas dan pengalaman mereka,” tuturnya.

Program ini akan berlanjut dengan kegiatan pendampingan produksi karya dan persiapan Hari Disabilitas Internasional, yang menampilkan hasil karya digital para peserta dalam bentuk desain grafis dan konten media sosial inklusif.

Mitra kerja